Apa saja jenis rem sepeda motor yang diterapkan sekarang? Pertanyaan tersebut mungkin sudah umum, tetapi tidak sedikit pemilik kendaraan bermotornya belum mengetahui. Padahal dengan mengetahuinya, bisa mengenal kelebihan serta kekurangannya.

Dengan begitu, Anda sebagai salah satu pengendara motor dapat mengoptimalkan remnya sekaligus meminimalisir kekurangannya. Hal tersebut sangat penting terutama pada saat berkendara di jalan raya agar tetap aman dan nyaman.

rem sepeda motor

Mengenal Jenis Rem Sepeda Motor di Pasaran

Secara umum, ada dua jenis rem kendaraan roda dua yang berlaku dan diterapkan di pasaran, yaitu tromol dan cakram. Anda yang memiliki motor di rumah tentu bisa melihat sendiri remnya, tetapi mungkin belum bisa membedakannya.

Oleh karenanya, silahkan membaca informasi tentang jenis rem sepeda motor berikut. Dengan begitu, bisa membedakan, memakai, serta merawatnya sebaik-baiknya.

1.      Rem Tromol

Jenis yang satu ini masih dipakai untuk sepeda motor keluaran tahun lama, seperti 80an hingga 90an. Pada masa itu, memang baru ditemukan teknologi pengereman motor tromol. Perlu Anda ketahui bahwa rem tromol memiliki sepasang sepatu rem atau istilahnya Brake Shoe.

Bagian itulah yang berfungsi menekan tromol remnya atau Brake Drum. Dengan menekan bagian tersebut, maka terjadi gaya gesek yang menjadikan roda kendaraan melambat hingga berhenti.

Jadi, kinerja rem sepeda motor tromol bisa optimal karena fungsi semua bagiannya, seperti Brake Drum, Brake Shoe, Brake Cam, Anchor Pin, dan yang lainnya. Anda yang mengaplikasikan rem tromol di motor bisa menyesuaikan sendiri kedalaman atau kekuatan gesekannya untuk memperlambat hingga menghentikan kendaraannya.

Kelebihan remnya, yaitu komponennya lebih tertutup sehingga terjaga dari debu, kotoran, atau ceceran oli yang bisa mengerak. Namun demikian, Anda tetap harus membersihkan sambil mengecek kondisi remnya secara berkala untuk memastikan masih pakem atau tidak.

Sementara untuk kekurangan rem sepeda motor tromol, yaitu bagian kampas remnya yang tidak seluruhnya menempel pada saat menekan pedal pengereman. Penyebabnya adalah masih ada celah di bagian kampas bawah dan atas. Oleh karenanya, remnya tidak begitu pakem terutama saat menghentikan motor di kecepatan cukup tinggi.

2.      Rem Cakram

Jenis rem sepeda motor lainnya, yaitu cakram yang sudah populer dan umum diterapkan di banyak kendaraan roda dua. Mulai dari jenis non matic hingga matic, baik terpasang di bagian ban depan atau ban depan belakang.

Cara kerja remnya, yaitu bagian kampas menjepit lempengan cakram yang terpasang dan menempel di velg ban. Dengan begitu, cakram akan berhenti yang secara otomatis juga menghentikan putaran roda ban.

Pada saat menekan tuas remnya di motor, pelumas hidrolik akan mendorong bagian piston agar kampas bisa menjepit cakram. Oleh karenanya, kondisi minyak pelumas juga perlu diperhatikan jika menginginkan rem cakramnya berfungsi dengan baik.

Jadi, ada dua jenis sistem pengereman pada kendaraan roda dua hingga sekarang. Anda pemilik kendaraannya sudah mengenal jenis rem sepeda motor dan bisa menggunakan fungsinya lebih optimal.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *